Banyak yang mengeluh dengan naiknya BBM, maka biaya hidupnya makin tinggi, harga makanan jg naik, uang sekolah jg naik..intinya semua naik!. mahasiswa berdemo sambil anarkis, para pekerja dan ibu rumah tangga pusing-pusing mikirin gimana cara ngakalin pengeluaran yang makin tidak terkendali ini. Kenapa harga minyak dunia naik terus? apa perlu BBM di indo dinaikin? gimana cara kita menyiasati perubahan yg terjadi sekarang ini tanpa menunggu petunjuk pemerintah?
Untuk menjawab pertanyaan pertama, harga minyak naik karena permintaan didunia pun naik pesat. ini disebabkan oleh negara seperti cina dan india, jumlah penduduk kayanya bertambah pesat yang menyebabkan jumlah orang yang dapat membeli mobil jg bertambah. di indonesia sendiri, jumlah kendaraan baru selalu menanjak dari tahun -tahun sebelumnya and guess what, jumlah pembelian BBM pun ikut menanjak tentunya.
BBM perlu dinaikan karena harga minyak dunia pun sudah jauh lebih tinggi dari harga di indonesia, tokoh2 yang bilang seharusnya harga minyak di indo tidak naik seperti Kwik kian Gie adalah orang2 yang "smart ass" atau sok tau dan lupa akan prinsip dasar economi atau mungkin hanya orang-orang yang hanya mencari popularitas semata tanpa perdulu akan nasib rakyat sebenarnya. bila kita tidak menaikan harga maka, BBM kita hanya akan diselundupkan keluar dan boro2 bantu orang miskin, buat menyenengin orang2 yg punya mobil aja engga akan cukup yang dgn kata lain adalah terjadi kelangkaan walaupun harga tidak naik.
banyak orang yg lupa (termasuk saya) bahwa subsidi itu bukan berarti selamannya, sebab kalo selamanya namanya gift atau hadiah. subsidi diberikan bukan untuk dijadikan suatu kenikmatan semata tetapi diberikan untuk membantu kita dalam memulai suatu usaha dan hanya bersifat sementara. kalo subsidi dicabut kenapa kita harus complain? apa tidak mampu kita beli bensin tanpa subsidi?? jawabannya tidak mampu kalo kita emang mental tempe, mampu kalo kita bermental mandiri.
subsidi BBM sebetulnya sama seperti subsidi rokok (bila ada) kenapa? pemerintah membantu menalangi bensin yang ujung2 nya dibakar dan ilang jadi udara, sama seperti rokok bukan? kenapa tidak uang subsidi tersebut diperuntukan buat mensubsidi pendidikan dan pembuatan jalan? menurut saya itu lebih wise dan memiliki long term prospect yang lebih bagus daripada mensubsidi BBM.
yg paling diperuntungkan dalam subsidi BBM adalah orang-orang yang memiliki motor dan mobil, sementara yg tidak hanya menjadi bulan2an ORGANDA dan regulasi pemerintah itu sendiri karena harga angkutan umum jadi naik padahal seharusnya ini tidak harus terjadi.
gimana cara kita menyiasati perubahan yg terjadi sekarang ini tanpa menunggu petunjuk pemerintah?
sebetulnya sangatlah mudah, disiplinkan diri kita dan biasakan hidup effisien.
kalo kita liat skng di jakarta, setelah BBM naik, apa kemacetan berkurang? tidak, malah makin macet. apakah konvoi2 puncak berkurang? tidak, malah makin banyak. apakah jumlah orang yg pergi ke kantor naik motor dan mobil sendirian berkurang? tidak, malah makin menjadi2. apakah jumlah polusi yg dikeluarkan kendaraan berkurang? tidak, malah makin susah nafas.
so saya berinisiatif melakukan percobaan sendiri tanpa bantuan pemerintah dan siapa2. pertama saya menggunakan mobil saya seperlunya saja, jalan kaki kalo kewarung depan dari yg biasanya naik motor. kedua, sebelum melakukan perjalanan dgn mobil, saya (dgn mesin mati) memplan kan rute perjalanan saya sehingga menghidari jam2 macet seperti pergi jam 6 sebelum jam 8 - 10 pagi dan pulang diatas jam 8, percaya engga mobil gw jadi irit banget hehe soalnya engga buang-buang bensin percuma dan engga nambah polusi yang engga perlu.
oh iya servis mobil berjangka itu lebih ngirit daripada benerin kalo ada yg rusak aja.
skng listrik jg pemadaman bergilir, dari pada saya beli genset. yah saya beli lilin aja yg banyak, panas panas dikit engga apa2 lah wong kita di lahirin di indo kok. jadi pengeluaran saya jg malah makin irit.
so kalo ada yg punya saran ato komentar, kasih tau gw yah
cheers